Sejarah Helm

21 Juni 2011

Sejarah Helm
Bagaimana Asal usul Helm Motor dapat tercipta? Ternyata ada ceritanya lho...

Menurut website Wikipedia.org, Helm Motor bermula karena kecelakaan seseorang dari sepeda motor. Seorang yang bernama T.E. Lawrence atau terkenal dengan nama Lawrance of Arabia) mendapat kecelakaan saat sedang mengendarai motor jaman jadul (alias kuno) Brough Superior SS100. Kecelakaan terjadi karena jalan yang landai/menukik menghalangi pandangannya terhadap dua orang bocah yang sedang mengendarai sepeda. Dengan refleknya dia banting setir motor untuk menghindari anak-anak itu. Namun, dia kehilangan kendali dan terlempar dari pegangan setir motor. Dia tidak menggunakan helm sehingga mendapatkan luka bagian kepala yang sangat serius sehingga membuat dia dalam keadaan koma. Setelah 6 hari di Rumah Sakit, Lawrence meninggal dunia.

Salah satu dokter bedah saraf (neurosurgeon) yang menangani Lawrence bernama Huge Cairns, semenjak itu mulai melakukan penelitian terhadap pengendara-pengendara motor (biker) yang kehilangan nyawa karena luka kepala akibat kecelakaan motor. Sejak saa itu, penelitian Dokter Cairns memicu penggunaan Helm untuk Militer dan Warga Sipil.

Demikianlah sekilas info tentang asal usul Helm Motor untuk para Biker Karena itu Redaksi terus menghimbau bagi para biker agar tetap menggunakan Helm lulus SNI berkualitas saat berkendara motor. Seperti ada pepatah lawas "Mencegah lebih baik dari pada mengobati"

PERBEDAAN Geng Motor, Club Motor Dan Motor Community

7 Juni 2011


Tahun-tahun sekarang entah karena alasan atau Cuma sekadar meramaikan, banyak club-club motor menjamur diberbagai daerah. Mulai dari club yang dibawah bendera ATPM pabrikan hingga yang berdasarkan hobie atau sekedar perkumpulan. Bahkan tiap daerah pun sudah memiliki ratusan club or community motor, namun masih banyak orang yang salah pengertian terhadap kehadiran club motor. Banyak masyarakat awam yang menyamakan club motor yang secara keseluruhan isinya orang-orang baik tetapi dicap sebagai geng motor yang anarkis. Mari kita lihat perbedaan antara club motor, geng motor dan community motor.

Sekarang geng-geng motor udah berada dalam taraf berbahaya, tak segan mereka tawuran dan tak merasa berdosa para geng tersebut membunuh. Perbedaan mencolok dari geng motor dan club motor adalah :

  • Kebanyakan anggota geng motor ogah pake perangkat safety seperti helm, sepatu dan jaket.
  • Membawa senjata tajam yang dibuat sendiri atau udah dari pabriknya seperti samurai hingga bom Molotov.
  • Biasanya hanya nongol malam hari dan tidak menggunakan lampu penerang serta berisik.
  • Jauh dari kegiatan sosial, tidak pernah membuat acara-acara sosial seperti sunatan masal atau kawin masal, mereka lebih suka membuat acara membunuh masal.
  • Anggotanya lebih banyak kepada kaum lelaki yang sangar, tukang mabok, penjudi dan hobi membunuh. 
  • Motor yang mereka gunakan bodong, gak ada spion, sein, hingga lampu utama. Yang penting buat mereka adalah kencang dan mampu melibas orang yang lewat.
  • Visi dan misi mereka jelas, hanya membuat kekacauan dan ingin menjadi geng terseram diantara geng motor lainnya hingga sering terjadi tawuran diatas motor.
  • Tidak terdaftar dikepolisian atau masyarakat setempat.
  • Kalau nongkrong, lebih suka ditempat yang jauh dari kata terang. Lebih memilih tempat sepi, gelap dan bau busuk.
  • Kalau pelantikan anak baru biasanya bermain fisik, disuruh berantem dan menenggak minuman keras ampe jackpot (muntah-muntah).
Jelas bukan ciri-ciri mereka, namun sekarang perlu diwaspadai karena ada geng motor yang berkedok club motor. Berpakaian rapi, safety dan penuh perlengkapan berkendaraan namun arogan, anarkis dan egois kalau dijalan serta tak segan mereka membuat rusuh bila merasa diganggu. Selama AD/ART mereka jelas dan terdaftar dipihak kepolisian, club motor gak bakal berubah menjadi geng motor.


Club motor biasanya beranggotakan oleh orang-orang yang mempunyai hobi menyemplak motor. Tidak sedikit berada dibawah bendera pabrikan motor dan mempunyai nama dengan embel-embel pabrikan. Kegiatan club motor lebih mendasar ke arah kampanye safety riding dan kegiatan social. Adapun cirri-ciri khas anak club motor adalah :

  • Perlengkapan safety dalam berkendara benar-benar komplit.
  • Motor dan pengendaranya sama-sama lengkap bahkan biasanya ditambah box dibelakang motor buat menaruh helm dan peralatan motor.
  • Biasanya setiap club motor hanya terdiri dari satu merk dan satu tipe motor saja namun ada juga yang campur-campur.
  • Nongkrong atau kopdar ditempat yang ramai agar bisa dilihat masyarakat sekaligus ajang silahturahmi kepada club motor lain yang kebetulan melintas.
  • Pelantikan anggota baru biasanya tanpa kekerasan, hanya untuk having fun dan memberi pengetahuan seluk beluk berlalu lintas yang benar.
  • Mempunyai visi dan misi yang jelas dan jauh dari ruang lingkup yang anarkis.
  • Melakukan kegiatan touring ke daerah-daerah sembari membagikan sumbangan.
  • AD/ART mereka jelas dan tercatat dalam kepolisian atau wadah dari perkumpulan club motor.
  • Saling tolong menolong terhadap anggota club motor lain ketika dijalan mendapatkan trouble.
  • Setiap club motor memiliki tujuan dalam berkendara dan peraturan-peraturan yang tidak membebankan anggotanya.
Mudah mencirikan club motor, karena salah satu ciri mereka yaitu tidak ugal-ugalan dijalan walaupun masih ada club-club motor yang masih memiliki sifat arogan serta pengetahuan berlalu lintas yang minim. Harga diri club motor lebih terhina bila kedapatan anggotanya tidak tertib dijalan raya dan tidak dianjurkan memecahkan masalah dengan baku hantam tetapi lebih fleksibel dan bermusyawarah bila ada masalah di jalan atau dalam perkumpulan.

Komunitas motor memang tidak jauh beda dengan club motor, sama-sama tidak melakukan kegiatan yang berbau rusuh dan tawuran namun dari segi peraturan dan safety riding, komunitas motor berbeda jelas dan hanya lebih mengandalkan kegiatan touring tanpa embel-embel dari pabrikan motor. Ciri-ciri nya sebagai berikut :
  • Biasanya community hanya terdiri dari berbagai tipe motor dan merk motor, bebas dan berbagai macam aliran yang ada.
  • Berdiri dibawah bendera perkumpulan orang-orang komplek, pabrikan atau perusahaan dan instansi-instansi yang terkait.
  • AD/ART mereka lebih simple tidak terlalu banyak aturan bahkan safety berkendaranya pun bisa diminimalisir semisal boleh pake sandal dan helm buat boncenger gak perlu half face.
  • Sama seperti club motor, mereka juga suka melakukan kegiatan sosial.
  • Bila melakukan touring ke suatu daerah, barisan yang mereka buat kurang begitu baik dan tidak teratur seperti club motor.
  • Lebih mengedepankan solidaritas, apapun motornya yang penting mau solid dan bekerja sama.
  • Pelantikan anggota baru jauh dari kata anarkis dan hanya sekedar pengenalan community dan peraturan saja.
  • Anggota-anggotanya hanya sekadar komunitas, biasanya terbentuk karena sering nongkrong bareng dan bedasarkan keinginan membangun sebuah wadah bila ingin melakukan touring.
  • Nama dan lambang mereka ada yang tercatat di kepolisian tetapi ada pula yang tidak dan hanya sebatas kumpulan anak motor saja.
  • Tidak berbeda jauh dengan club motor.
Apapun jenis perkumpulan para bikers, bila mengacu pada kedamaian dan persatuan yang solid itu tidak akan menjadi masalah yang berarti bagi masyarakat. Saling tolong menolong akan mampu meningkatan kekompakkan mereka dan tidak adanya rasa sombong kepada club atau community lain, kalau bertemu saling klakson agar tidak dicap sombong.

Tata Tertib Anggota Baru Mio Semarang Club

24 Mei 2011



    1. Calon anggota MSC berusia minimal 18 tahun dan memiliki SIM C yang berlaku.
    2. Mempunyai dan atau Menggunakan Motor Yamaha Mio, untuk yang tidak mempunyai atau menggunakan Motor Yamaha Mio dan tetapi ingin mengikuti keanggotaan MSC selanjutnya disebut sebagai Crew dan tetap mengikuti peraturan dan tata tertib keanggotaan.
    3. Sehat jasmani maupun rohani, serta dengan sukarela menjadi anggota dengan mematuhi peraturan MSC.
    4. Membayar uang pendaftaran dan iuran sukarela / wajib yang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga MSC.
    5. Setiap Calon Anggota diwajibkan :
      a. Kopi darat 4 x sebulan, calon anggota tersebut bias mendapatkan stiker member MSC
      b. Untuk mendapatkan jaket MSC, calon anggota diwajibkan ikut kopi darata 4x dalam sebulan dan touring 1 x
      c. Apabila dalam jangka waktu 1 bulan terjadi touring, sedangkan calon anggota baru dating 1x dan langsung ikut touring, maka calon anggota tersebut tetap tidak bias mendapatkan attribute MSC ( Stiker dan Jaket )
    6. Setiap motor anggota MSC harus Lengkap Atribut Motornya (lampu utama, lampu sein, kaca spion, helm yang sesuai dengan standar keselamatan, dan attribut lainnya yang menunjang keselamatan dalam berkendara bermotor)
    7. Tidak terlibat dalam kegiatan kriminal , tidak Mengkonsumsi Minuman Keras, dan Obat-Obatan terlarang / NarkoBa
    8. Tidak membahayakan anggota MSC pada khususnya dan Masyarakat Pengguna Jalan lain pada umumnya dalam mengemudikan Motor Yamaha Mio
    9. Tidak sedang terlibat masalah / kasus dalam bentuk apapun yang dapat merugikan dan merusak nama baik MSC
    10. Jika member baru yang masih dalam proses diketahui melakukan pelanggaran, antara lain ; boncengan tidak menngunakan helm, melanggar lampu merah, ugal-ugalan dijalan sampai membahayakan pengendara lain dan diri sendiri, member baru ini akan langsung tidak menjadi member MSC
    11. Bertempat tinggal di Semarang dan sekitarnya
    12. Tidak menerima 2 keanggotaan dengan jenis kendaraan yang sama